Kecintaan saya terhadap seni ini lahir dari ketertarikan terhadap kegiatan fotografi yang dilakukan kakak saya. Awalnya saya tidak mengerti apa yang menarik dari seni ini? Satu hal yang pasti: satu kali saya mencoba, saat itu juga saya jatuh cinta.
Saya sampai sekarang juga tetap merasa kesulitan untuk menjelaskan sisi menarik dari fotografi. Terlalu banyak hal yang menarik. Tapi, jika dipaksa menjelaskan maka saya akan menjawab dengan cara yang sederhana. Fotografi menarik karena seni ini sebenarnya punya kesamaan dengan seni-seni lainnya: kemampuan untuk mengekspresikan diri kita. Butuh kreatifitas, usaha, dan pembelajaran untuk menghasilkan karya foto yang baik. Tapi pada dasarnya, hasil foto kita merupakan ekspresi diri kita sendiri. Bagaimana cara kita berpikir, emosi kita, bahkan imajinasi kita sangat mempengaruhi hasil foto. Hal inilah yang menyebabkan munculnya banyak aliran fotografi.
Banyak yang bilang kalau fotografi adalah hobi yang mahal dan sulit. Saya berani bilang kalau itu bullshit belaka. Buktinya: sekarang banyak muncul komunitas fotografi lomo dengan karya yang menarik. Tahukah anda, kamera yang mirip mainan dan berharga jauh lebih murah dari SLR itu dulu dianggap sebagai kamera gagal? Tapi nyatanya orang-orang tetap bisa menghasilkan karya dengan lomo, bahkan sampai menciptakan komunitas kreatif. Bukti lain: Daisuke Ikeda, presiden Sokka Gakkai International adalah seorang fotografer yang tak pernah melihat viewfinder saat membidik objek! Beliau hanya meletakkan kamera di dadanya, kemudian menekan shutter. Teknik yang sangat sederhana, namun mampu menghasilkan karya menarik yang membuat sensei ikeda diakui di dunia fotografi internasional.
Saya sendiri seorang amatir yang awam teknik fotografi dan hanya punya sebuah SLR butut keluaran 5 tahun lalu. Tapi saya merasa kalau hal itu bukan hambatan berkarya. Yang penting, jangan berhenti belajar. Coba kunjungi situs-situs hobi fotografi (misalnya belajarfotografi.com), suhu-suhu di sana siap menampung dan mengkritisi karya anda, termasuk memberikan tips dan masukan. Jangan ragu untuk mempublikasikan hasil karya anda. Justru lewat publikasi, orang-orang bisa menilai karya anda, dan mungkin memberikan masukan yang baik. Kritik pedas atau cemoohan tak berbobot akan selalu ada, tapi buat apa dimasukkan dalam hati?
Terakhir, jangan ragu kembangkan style fotografi anda sendiri. Teknik-teknik yang ada di buku panduan hanya berfungsi untuk membantu anda belajar. Namun, karya anda tidak perlu terikat dengan semua itu. Buatlah karya dengan style unik dan otentik sesuai ekspresi diri dan kepribadian anda.
So, have you been interested to this art?
Saya sampai sekarang juga tetap merasa kesulitan untuk menjelaskan sisi menarik dari fotografi. Terlalu banyak hal yang menarik. Tapi, jika dipaksa menjelaskan maka saya akan menjawab dengan cara yang sederhana. Fotografi menarik karena seni ini sebenarnya punya kesamaan dengan seni-seni lainnya: kemampuan untuk mengekspresikan diri kita. Butuh kreatifitas, usaha, dan pembelajaran untuk menghasilkan karya foto yang baik. Tapi pada dasarnya, hasil foto kita merupakan ekspresi diri kita sendiri. Bagaimana cara kita berpikir, emosi kita, bahkan imajinasi kita sangat mempengaruhi hasil foto. Hal inilah yang menyebabkan munculnya banyak aliran fotografi.
Banyak yang bilang kalau fotografi adalah hobi yang mahal dan sulit. Saya berani bilang kalau itu bullshit belaka. Buktinya: sekarang banyak muncul komunitas fotografi lomo dengan karya yang menarik. Tahukah anda, kamera yang mirip mainan dan berharga jauh lebih murah dari SLR itu dulu dianggap sebagai kamera gagal? Tapi nyatanya orang-orang tetap bisa menghasilkan karya dengan lomo, bahkan sampai menciptakan komunitas kreatif. Bukti lain: Daisuke Ikeda, presiden Sokka Gakkai International adalah seorang fotografer yang tak pernah melihat viewfinder saat membidik objek! Beliau hanya meletakkan kamera di dadanya, kemudian menekan shutter. Teknik yang sangat sederhana, namun mampu menghasilkan karya menarik yang membuat sensei ikeda diakui di dunia fotografi internasional.
Saya sendiri seorang amatir yang awam teknik fotografi dan hanya punya sebuah SLR butut keluaran 5 tahun lalu. Tapi saya merasa kalau hal itu bukan hambatan berkarya. Yang penting, jangan berhenti belajar. Coba kunjungi situs-situs hobi fotografi (misalnya belajarfotografi.com), suhu-suhu di sana siap menampung dan mengkritisi karya anda, termasuk memberikan tips dan masukan. Jangan ragu untuk mempublikasikan hasil karya anda. Justru lewat publikasi, orang-orang bisa menilai karya anda, dan mungkin memberikan masukan yang baik. Kritik pedas atau cemoohan tak berbobot akan selalu ada, tapi buat apa dimasukkan dalam hati?
Terakhir, jangan ragu kembangkan style fotografi anda sendiri. Teknik-teknik yang ada di buku panduan hanya berfungsi untuk membantu anda belajar. Namun, karya anda tidak perlu terikat dengan semua itu. Buatlah karya dengan style unik dan otentik sesuai ekspresi diri dan kepribadian anda.
So, have you been interested to this art?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar